Akankah EVs : The Everywhere Vehicle?
Thursday, 20 March 2025

EV (electric vehicle) saat ini disebut sebagai salah satu game changer menuju sektor otomotif masa depan. Kesadaran lingkungan, untuk membawa kondisi alam pada net zero emission menjadi salah satu pemicu tumbuhnya EV. Masa adaptasi dari kendaraan konvensional menuju kendaraan berbasis listrik telah terjadi di tataran global. Tidak dapat dipungkiri EV  menjadi salah satu penawar terhadap kondisi keterbatasan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang menua. 

Di Indonesia, kendaraan bertenaga listrik telah terlihat mulai populer mengaspal di kota-kota besar di Indonesia sejak tahun 2012, ketika Pemerintah pernah mengembangkan mobil listrik nasional, dengan produk Selo. Saat ini pertumbuhan penjualan mobil listrik berbasis baterai melesat dalam 5 tahun terakhir, setidaknya pertumbuhan penjualannya yang tercatat pada tahun 2024 mencapai 153% (yoy).

Salah satu produsen otomotif asal Korea Selatan, menyatakan bahwa penjualan salah satu produk mobil listriknya meningkat 4 kali lipat pada tahun 2024, dibandingkan dengan tahun sebelumnya di Indonesia. Manisnya penjualan ini belum termasuk produsen kendaraan listrik lain di Indonesia, seperti dari China, Jepang termasuk Vietnam.

Indonesia memang menjadi salah satu pasar EV yang potensial Di Asia Tenggara, setelah Thailand yang mendominasi pasar permintaan mobil listrik saat ini. Pada tahun 2024, penjualan BEV (battery electric vehicle) menurut Gaikindo hanya 4,98% dari penjualan mobil di RI yang mencapai sebanyak 865.723 unit.

Publikasi Knight Frank Asia Pacific, The Horizon yang dirilis awal tahun ini, menyebutkan bahwa, 58% produsen EV diperkirakan akan berlokasi di Asia, termasuk Asia Tenggara. Diikuti dengan Amerika Utara dan Eropa.

Di tengah semangat mencapai pengurangan emisi dan maraknya pertumbuhan penjualan EV dalam 5 tahun terakhir. Pemerintah Indonesia turut mendorong melalui penetapan insentif tahun 2023, pembelian kendaraan listrik, dengan bebas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah), dan pembebasan pajak kendaraan bermotor. Selain itu juga pengendara EV bebas dari peraturan ganjil genap untuk mengaspal di tengah kota pada hari-hari kerja.

Tentu saja bukan tanpa tujuan, Pemerintah juga menargetkan pada tahun 2030 di Indonesia mengaspal  2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik, dan dapat mencapai 100% EV di tahun 2050. Capaian diantaranya menjadi bentuk komitmen terhadap kesepatan global untuk mencapai net zero emission di tahun 2060.

Saat ini setidaknya terdapat 1.582 SPKLU dan 2.182 SPBKLU di Indonesia, yang dominasinya tersebar di Jakarta. Sehingga pengendara EV saat ini merasakan keterbatasan jarak tempuh dalam berkendara. Namun demikian, kita perlu mengapresiasi akselereasi penyediaan charging station di Indonesia, menurut PLN pada periode akhir 2024, setidaknya pertambahan SPKLU mencapai 157%(yoy), dan home chargong mencapai 334% (yoy). Namun kedepan masih diperlukan akselerasi yang signifikan dan kontinue utk mencapai EV menjadi Everywhere Vehicle di Indonesia.

 

Penulis : Syarifah Syaukat

Sumber:

https://www.knightfrank.com/research/article/2024-12-16-sustainability-series-evs-the-everywhere-vehicle

https://www.mgmotor.id/

https://otomotif.bisnis.com/

https://east.vc/

https://www.cnbcindonesia.com/

https://www.youtube.com/

https://kek.go.id/id/

https://www.antaranews.com/

https://www.thedrive.com/

https://databoks.katadata.co.id/

Share:
Back to Blogs