Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) telah diterbitkan pada Februari lalu dan memuat 77 Proyek Strategis Nasional (PSN). Dari 77 proyek yang tercatat hanya terdapat 4 proyek jalan tol, berbeda dengan era pemerintahan sebelumnya yang memiliki 50 proyek jalan tol.
Jika menilik Proyek Strategis Nasional pada pemerintahan sebelumnya, ada 50 proyek Jalan tol dengan di antaranya terdapat 32 proyek yang belum rampung dan diwariskan ke era Pemerintahan Presiden Prabowo.
Namun, dalam kebijakan Presiden Prabowo hanya ada 4 proyek tol yang tetap masuk dalam daftar Proyek Strategi Nasional (PSN) 2025 – 2029, diuraikan sebagai berikut.
Proyek Strategi Nasional jalan tol yang akan dilanjutkan di era pemerintahan Presiden Prabowo ini, memiliki panjang 296,5 km dengan nilai investasi proyek sebesar Rp41,09 trilliun. Keputusan ini menunjukan bahwa hanya sekitar 12,5% dari total 32 proyek jalan tol yang berstatus PSN sehingga terdapat 87,5% proyek jalan tol yang kehilangan status tersebut.
Sementara, sejumlah proyek yang dihapus dari daftar PSN akan tetap dilanjutkan dan masuk sasaran pembangunan daerah, mengacu pada dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. Pembangunan diluar PSN tersebut, di antara lain sebagai berikut.
Pembangunan jalan tol kerap memberikan dampak positif terhadap aset properti. Seperti aset properti di Kota Tangerang, yang mengalami kenaikan harga jual sebesar 19%, disinyalir akibat pembangunan Jalan Tol Kataraja yang menghubungkan Kamal - Teluk Naga – Rajeg - Balaraja. Konektivitas antar wilayah memang menjadi salah satu tolak ukur perkembangan wilayah, termasuk untuk pertumbuhan properti.
Nama: Davin Nathanael Ruslim
Sumber:
https://kfmap.asia/blog/meningkatnya-pembangunan-jalan-tol-di-indonesia/3469
https://kfmap.asia/blog/kehadiran-tol-semarang-demak-dan-pengaruhnya-dalam-memicu-pertumbuhan-properti/2456
https://goodstats.id/
https://www.ayobandung.com/