Apakah Penurunan IHSG Berdampak terhadap Pasar Properti?
Thursday, 20 March 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi. Ketika IHSG mengalami penurunan, hal ini tidak hanya mempengaruhi pasar modal, tetapi juga sektor-sektor lain, termasuk pasar properti.

Pada tanggal 18 Maret 2025, IHSG mengalami penurunan yang cukup signifikan, hingga sempat ditutup selama 30 menit oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Penutupan sementara ini dilakukan untuk mencegah kepanikan pasar dan memberikan waktu bagi investor untuk mengevaluasi situasi.

Salah satu dampak langsung dari penurunan IHSG terhadap pasar properti adalah terganggunya minat investor. 

Ketika IHSG turun, kepercayaan investor terhadap pasar modal menurun, dan hal ini sering kali membuat mereka enggan untuk berinvestasi di sektor lain, termasuk properti. Akibatnya, permintaan terhadap properti cenderung menurun, yang pada akhirnya dapat menekan harga properti.

Selain itu, penurunan IHSG juga dapat mempengaruhi likuiditas pasar. Banyak perusahaan properti yang mengandalkan pasar modal untuk memperoleh pendanaan melalui penerbitan saham atau obligasi. Ketika IHSG turun, biaya pendanaan menjadi lebih mahal karena investor meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk menutupi risiko. Hal ini dapat menghambat pengembangan proyek-proyek properti baru, yang pada gilirannya mengurangi pasokan properti di pasar.

Namun, dampak penurunan IHSG terhadap pasar properti tidak selalu negatif. Bagi investor, dalam jangka panjang, penurunan harga properti bisa menjadi peluang untuk membeli aset dengan harga yang lebih murah. Selain itu, properti sering dianggap sebagai aset yang relatif stabil dibandingkan dengan saham, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak pasti. Oleh karena itu, beberapa investor dapat beralih ke properti sebagai lindung nilai (hedging) terhadap volatilitas pasar saham.

Secara historis, hubungan antara IHSG dan pasar properti tidak selalu linier. Misalnya, selama krisis ekonomi 2008, meskipun IHSG mengalami penurunan yang signifikan, pasar properti di Indonesia relatif stabil karena permintaan yang tetap tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan kebijakan pemerintah juga memainkan peran penting dalam menentukan dinamika pasar properti.

 

Penulis : Muhamad Ashari

Sumber :

https://www.idx.co.id/

https://www.bi.go.id/

https://www.bloomberg.com/

https://www.detik.com/

Share:
Back to Blogs