Kebijakan Likuiditas Makropurdensial, Angin Segar bagi Sektor Properti Indonesia
Thursday, 20 March 2025

Baru-baru ini, Bank Indonesia kembali menegaskan perannya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). 

Salah satu sektor yang mendapat dampak langsung dari kebijakan ini adalah sektor properti, terutama melalui peningkatan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). 

Mulai 1 Januari 2025, Bank Indonesia mengucurkan insentif likuiditas sebesar Rp290 triliun, sebagian besar diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas, termasuk properti residensial. Tak hanya itu, insentif tambahan juga diberikan kepada bank yang aktif menyalurkan KPR dan KPA, sejalan dengan upaya memperkuat daya beli masyarakat terhadap hunian. 

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit properti per Januari 2025 mencapai Rp1.410,8 triliun, dengan Rp796,6 triliun (56,5%) disalurkan melalui KPR dan KPA. Data ini menunjukkan bahwa segmen residensial tetap menjadi motor utama pertumbuhan kredit properti di Indonesia. 

Dengan tambahan likuiditas yang signifikan, bank memiliki keleluasaan untuk menawarkan suku bunga KPR yang lebih kompetitif, tenor yang lebih fleksibel, hingga relaksasi uang muka (down payment). Hal ini diharapkan dapat mendorong permintaan properti primer, terutama rumah tapak menengah ke bawah, yang merupakan segmen pasar terbesar. 

Dari sisi pengembang, kebijakan ini disambut optimistis. Dengan meningkatnya kemampuan konsumen dalam mengakses pembiayaan, potensi penjualan properti primer diperkirkaan akan ikut meningkat, yang pada akhirnya akan mendorong aktivitas konstruksi, permintaan lahan, hingga pertumbuhan industri bahan bangunan. 

Oleh karena itu, Kebijakan Likuiditas Makroprudensial menjadi salah satu katalis penting dalam menggerakkan sektor properti Indonesia. Insentif dari Bank Indonesia berpotensi mendorong pertumbuhan permintaan hunian, mendukung program rumah rakyat, serta menciptakan multiplier effect di sektor konstruksi dan industri lainnya. 

 

Penulis : Alivia Putri Winata 

Sumber : 

https://www.merdeka.com/

https://keuangan.kontan.co.id/ 

https://www.reuters.com/ 

Share:
Back to Blogs